Saturday, February 11, 2017

Anjuran Silaturrahmi dalam Islam

Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan hubungan antar sesama manusia. Hal itu digambarkan dengan adanya berbagai syariat tentang hubungan manusia baik yang menyangkut hubungan keluarga maupun masyarakat. Untuk mempererat hubungan antar keluarga, Islam mensyariatkan adanya silaturrahmi. Silaturrahmi didefinisikan menyambung hubungan kekeluargaan, baik kepada kerabat dekat ataupun jauh, yang berbuat baik ataupun kurang baik. Melakukan silaturrahmi dapat dilakukan dengan berbagai cara, dapat berupa perkataan atau perbuatan yang dapat mencapai maksud dan tujuan silaturrahmi.
Berikut Sabda Rasulullah dalam beberapa Hadis diantaranya :
Hadis Bukhari no. 5530 :

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ قَالَ أَخْبَرَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ أَبِي مُزَرِّدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ رُومَانَ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الرَّحِمُ شِجْنَةٌ فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعْتُهُ
Artinya : Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Maryam] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Bilal] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Mu'awiyah bin Abu Muzarrid] dari [Yazid bin Ruman] dari ['Urwah] dari [Aisyah] radliallahu 'anha isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Ar rahim (silaturrahmi) adalah syijnah (daun pohon yang rindang) barangsiapa menyambungnya maka aku akan menyambungnya dan barangsiapa memutuskannya maka akupun akan memutuskannya."
Hadis Bukhari no. 5527 :
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya : Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dia berkata; telah mengabarkan kepadaku [Anas bin Malik] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa ingin lapangkan pintu rizqi untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi."

Silaturrahmi itu adalah ikhtiar batin sekaligus fisik. Ikhtiar batin kuncinya di niat dan ikhtiar fisik kuncinya pada tindakan. Masing-masing memberikan manfaat dan pastinya akan luar biasa jika dikombinasikan. Orang kafir sekali pun, jika mereka bersilaturrahmi, mereka akan mendapatkan rezeki, tapi hanya di dunia saja. Jika seorang Muslim dengan niat ikhlas bersilaturrahmi, maka dia akan mendapatkan keluasan rezeki yang lebih luas dan balasan di akhirat nanti.
 Silaturrahmi tidak sebatas bertemu, tetapi juga menjadikan pertemuan itu sebagai sarana mendatangkan rahmat Allah. Yang paling sederhana saja dengan ucapan salam, dimana kita mendo’akan orang yang kita jumpai agar mendapatkan keselamatan dan rahmat Allah. Jika cinta menjadi dasarnya, maka silaturahim itu mengetahui keadaan saudara dengan berkunjung, membantu saudaranya jika perlu bantuan, menyelamatkan saudara jika mengarah kepada kehancuran. Tentu saja, kita bisa memanfaatkan masjid,  pengajian, kegiatan amal dan sosial, seminar, organisasi, bahkan saat bekerja pun bisa dijadikan sebagai alat untuk bersilaturrahmi. 
Karena silaturrahmi itu adalah aktivitas hati dan fisik, maka rezeki bisa datang dengan berbagai cara. Pertemuan dengan saudara bisa mendatangkan peluang, baik peluang kerja maupun peluang bisnis. Namun kita jangan membatasinya hanya itu saja, sebab Allah memiliki wewenang memberikan rezeki kepada hamba-Nya dari arah yang tidak disangka-sangka. Kapan dan seberapa besarnya, itu adalah hak Allah yang menentukan. Allah Maha tahu, seberapa banyak dan kapan waktu yang terbaik bagi kita.
Para Ulama telah bersepakat bahwa hukum silaturrahmi adalah wajib dan memutuskannya adalah haram.Silaturrahmi dapat terwujud secara efektif apabila dilakukan secara konsisten. Silarurrahmi dapat diwujudkan memalui berbagai cara dan media, seperti pada zaman sekarang banyak media yang berkembang yang akan mendukung terjalinnya silaturrahmi dengan baik. Namun begitu, tidak dibenarkan bila dikarenakan alasan sibuk atau merasa telah terwakili dengan media tersebut kegiatan saling berkunjung tidak dilakukan.
Memutuskan tali silaturrahmi merupakan salah satu dosa besar. Sebab memutuskan tali silaturrahmi dapat mengakibatkan retaknya hubungan kekeluargaan, menghapus kasih sayang dan mengundang laknat Allah.
 Allah berfirman dalam QS. Muhammad ayat 22-23 :
فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ (٢٢) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ (23)

Artinya : “(22). Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan. (23). Mereka itulah orang-orang yang dikutuk Allah; dan dibuat tuli (pendengarannya) dan dibutakan penglihatannya.”
QS. Ar Ra’d ayat 25:

وَالَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الأرْضِ أُولَئِكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّار

Artinya : “Dan orang-orang yang melanggar janji Allah setelah diikrarkannya dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan dan berbuat kerusakan di bumi, mereka itulah memperoleh kutukan dan tempat kediaman yang buruk (Jahannam).”
Ayat tersebut menunjukkan ancaman yang amat pedih terhadap orang yang memutuskan silaturrahmi karena ia telah memutus sesuatu yang menurut perintah Allah harus disambung, sehingga ia layak mendapatkan ancaman yang besar yakni kutukan dan neraka Jahannam. Oleh karena itu, perlu dihindari hal-hal yang dapat memicu terputusnya silaturrahmi yaitu segala sesuatu yang terkait dengan permasalahan harta, kikir, kebencian dan kedengkian.
Baca Juga Artikel Tentang:
Hadits Tentang Keutamaan Membaca Surat Al-Waqi'ah

Saya Adalah Hamba Allah yang senantiasa berlindung kepada Allah menjahui segala laranganya dan menjalankan segala perintahnya.


EmoticonEmoticon