Saturday, February 11, 2017

Ayat al-Qur’an tentang Toleransi dalam Islam

Cakupan toleransi sendiri sebenarnya begitu luas, tidak hanya mencakup agama saja seperti yang banyak diperdengarkan saat ini. Namun diantaranya juga terdapat toleransi dalam ranah budaya, politik dan juga hal-hal yang menyangkut keberagaman dalam keseharian kita. Berikut tafsiran surah Al-Hujurat serta penjelasnnya mengenai toleransi dalam ranah sosial :
QS. Al-Hujurat ayat 11
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَسْخَرْ قَومٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلا تَنَابَزُوا بِالألْقَابِ بِئْسَ الاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelar yang mengandung ejekan. Seburuk-buruknya panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.

Berkaitan dengan sebab turunnya ayat tersebut, bahwa dalam riwayat Imam Ahmad yang berasal dari Abu Jabiriah disebutkan, “Ayat ini turun berkenaan dengan kami, Bni Salamah. Pada saat Nabi SAW sampai di kota Madinah, setiap laki-laki dari kami pasti memiliki dua atau tiga nama panggilan. Suatu ketika, Nabi SAW memanggil salah satu dari mereka dengan nama tertentu. Orang-orang lalu berkata, “Wahai Rasulullah, Sesungguhnya ia marah dengan panggilan tersebut.” Hal ini dikarenakan penggilan tersebut tidak disukai oleh orang yang dipanggil, hingga kemudian turunlah ayat ini.
 Dalam kitab tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tersebut adalah salah satu ayat yang mengharamkan berperilaku sombong yaitu mudah menghina oranglain atau memanggil dengan julukan yang tidak disenanginya atau dengan kata-kata kotor. Karena bisa jadi orang yang dihina tersebut lebih tinggi derajatnya di hadapan Allah. Maka ketika perbuatan sombong tersebut dilakukan, pelakunya termasuk golongan orang yang fasiq.
Dalam surah Al-Hujurat ini, penjelasan diarahkan kepada individu atau kelompok masyarakat sebagai unsur suatu negara itu sendiri. Dimana dalam suatu negara diisi oleh berbagai komunitas yang sama-sama membangun negara. Dalam ayat tersebut, Allah telah menjelaskan bahwa terkadang terjadi benturan disebabkan kurangnya toleransi sehingga terjadi saling mengolok-olok antar anggota masyarakat. Hal tersebut relevan dengan keadaan saat ini dimana suatu keadaan yang berbeda akan menjadi bahan olok-olokan bagi sebagian yang lainnya. maka dari itu, contoh karakter yang baik dalam al-Qur’an ini hendaknya diamalkan dengan harapan dapat terciptanya keamanan dan kenyamanan dalam suatu negara.
Baca Juga Artikel Tentang:
Hadits Tentang Korupsi 
Sumber : Makalah Kelompok Tafsir Ayat Sosial IAT'14 UINSUKA

Saya Adalah Hamba Allah yang senantiasa berlindung kepada Allah menjahui segala laranganya dan menjalankan segala perintahnya.


EmoticonEmoticon