Saturday, February 11, 2017

Hadis tentang Larangan Isbal (Menjulurkan Kain Melebihi Mata Kaki)

Fenomena Isbal sudah seringkali menjadi topik yang biasa diperbincangkan di sekitar kita, namun kebanyakan orang masih terlalu tektualis dalam memahami suatu teks khususnya mengenai isbal ini sehingga praktek yang dilakukan juga cenderung disamakan dengan bunyi teks hadis. Sebagai pembaca yang arif, hendaknya pemahaman tidak hanya berhenti pada apa yang nampak dalam teks saja, melainkan dengan kajian yang lebih mendalam guna lebih memahami maksud yang hendak disampaikan penulis dalam teksnya.
Berikut hadis tentang larangan Isbal dalam hadis riwayat Ahmad bin Hanbal :
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ زَيْدِ بْنِ اَسْلَمَ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ ابْنَ ابْنِهِ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ وَاقِدٍ يَا بَنِيَّ سَمِعْتُ رَسُوْل ُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ لاَ يَنْظُرُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلىَ مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ خُيَلاَءَ

Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Zaid bin Aslam, cucunya Abdullah bin Waqid mendengar Ibnu Umar, “Hai anakku, Aku pernah mendengar Rasullah SAW bersabda: Allah tidak akan melihat kepada orang yang menjulurkan kainnya karena sombong”.

Isbal yaitu menjulurkan pakaian melebihi mata kaki atau bisa diartikan dengan menjulurkan diluar kebiasaan. Orang yang melakukan isbal maka ia akan mendapat konsekuensi dari Allah berupa tidak akan dilihat oleh Allah (tidak mendapat rahmat Allah) bahkan dalam redaksi hadis lain disebutkan akan ditempatkan di neraka. Konsekuensi tersebut termasuk berat padahal bisa saja dilihat bahwa isbal adalah perkara yang gampang. Tidak diperbolehkannya isbal adalah ketika dibarengi dengan kesombongan sehingga hukumnya pun menjadi haram. Adapun jika tidak disertai dengan kesombongan maka hukumnya menjadi makruh, karena hal tersebut bisa menjadi perantaraan seseorang dalam berlaku sombong.
Selain itu Allah juga tidak menyukai orang-orang yang sombong, dalam firman-Nya QS. Luqman ayat 18 :
وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri
Kemudian beberapa alasan lain tidak diperbolehkannya isbal adalah pemborosan, yaitu ketika seseorang memanjangkan kainnya berarti ia telah melampaui batas yang seharusnya dikenakan orang pada umumnya. Selain itu, dengan memanjangkan pakaian maka akan sangat rawan pakaian tersebut terkena najis, terlebih lagi ketika seseorang tersebut tidak mengetahui keadaan jalan disekitarnya. Maka untuk beribadah pun pakaian harus diganti terlebih dahulu dengan pakaian yang lebih bersih dan tentunya tidak terkena najis.
Maka dalam hal ini, isbal hendaknya dihindari untuk kemaslahatan diri dan mencukupkan diri dengan pakaian yang pantas yang bisa menutup aurat yang tidak berlebihan serta mencegah diri dari munculnya sifat sombong karena pakaian yang terjulur melebihi mata kaki.
Baca Juga Artikel Tentang:
Ayat Al-Qur'an tentang Toleransi dalam Islam
Sumber : Ringkasan Makalah Metopen IAT'14 UINSUKA

Saya Adalah Hamba Allah yang senantiasa berlindung kepada Allah menjahui segala laranganya dan menjalankan segala perintahnya.


EmoticonEmoticon