Saturday, February 11, 2017

Hadits tentang Anjuran Menikah Muda

Modern ini, banyak ditemukan fenomena pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang melampaui batas etika baik moral, agama maupun kemasyarakatan. Pergaulan yang semakin bebas ini tidak luput dari dampak perkembangan dan perubahan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang pesat yang memberikan segala hal baik yang negatif ataupun positif. Idealnya hubungan antara laki-laki dan perempuan haruslah mengikuti tuntunan Islam seperti yang telah contohkan oleh Nabi SAW. Islam menganjurkan menikah sebagai bentuk hubungan yang sarat tanggungjawab sekaligus juga jawaban untuk mengatasi hubungan antara laki-laki dan perempuan yang tidak lagi sehat.

 Hadis yang membicarakan mengenai nikah muda antara lain hadis riwayat Imam Bukhari no. 46677 :
 لَقَدْ قَالَ لَنَا النَّبِيُّ: " يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Sesungguhnya Nabi telah bersabda kepada kami “Wahai para pemuda siapa diantara kalian yang telah mampu memikul beban pernikahan, maka menikahlah dan barangsiapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa karena puasa itu tameng baginya”.
Menikah muda dewasa ini menjadi wacana yang masih gonjang-ganjing. Satu sisi mendukung dengan alasan penganggulangan terhadap perbuatan zina dan satu sisi menolak karena khawatir terhadap keberlangsungan keluarga nantinya. Melihat alasan yang kedua ini, maka timbul banyak pertanyaan. Apakah esensi pernikahan harus disandarkan pada materi? Hal ini tentu juga kemudian mendatangkan dilema bagi orang yang telah siap menikah, namun dari segi materi belum mapan. Maka pola pikir yang seperti ini, sebenarnya masyarakat telah melupakan esensi dari pernikahan. Padahal anjuran dari Nabi sendiri bahwa menikah itu dilakukan atas pertimbangan kematangan secara intelektual bahkan kerohanian. Akan tetapi, yang terjadi sekarang ketika orang hendak menikah yang dipertanyakan adalah bibit, bebet, dan bobotnya. 
Menganggapi hal yang demikian, konsep yang ditawarkan hadis diatas sangat tepat. Dalam hadis ini, sangat jelas dianjurkan menikah dalam rangka menghilangkan atau mencegah perilaku menyimpang meskipun masih dalam usia muda. Jika membiarkan dan menghalangi kalangan muda untuk menikah, tentunya hanya akan menambah kerusakan moral sehingga pemikiran tentang tolak ukur kesiapan menikah juga harus diluruskan agar dapat diperoleh kembali esensi dari pernikahan.
Baca Juga Makalah Tentang:
Makalah Hadits Tentang Etika Terhadap Pemimpin
Sumber : Makalah Kelompok Hadis Sosial IAT'14 UINSUKA 

Saya Adalah Hamba Allah yang senantiasa berlindung kepada Allah menjahui segala laranganya dan menjalankan segala perintahnya.

1 komentar so far


EmoticonEmoticon