Wednesday, February 15, 2017

Hadits tentang Khatamun Nabiyyin


Nabi dipandang sebagai seseorang yang mempunyai kedudukan yang tinggi sekaligus juga merupakan utusan Allah. Allah mengutus Nabi dan Rasul untuk setiap kaumnya, sebenarnya jumlah nabi sangatlah banyak namun dari sekian banyak jumlah nabi dan rasul yang wajib diimani hanya berjumlah 25 orang.Terdapat perbedaan antara nabi dan rasul dalam hal penyampaian risalah yang dibawanya. Nabi cenderung tidak menyampaikan wahyu tersebut kepada kaumnya sedangkan rasul menyampaikan wahyu tersebut kepada kaumnya.  Seorang Rasul mendapatkan wahyu langsung dari malaikat Jibril, sedangkan Nabi bisa mendapat wahyu dari kabar, ilham maupun mimpi.


Hadis At Tirmidzi no. 2145 :
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِي بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى يَعْبُدُوا الْأَوْثَانَ وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي ثَلَاثُونَ كَذَّابُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Dari Tsauban berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Kiamat tidak terjadi hingga kabilah-kabilah dari ummatku bertemu kaum musyrikin dan hingga patung-patung disembah dan ditengah-tengah ummatku akan ada tiga puluh pendusta, semuanya mengaku nabi padahal aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi setelahku." Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih.
Istilah khatamun nabiyyin ini berkaitan erat dengan diri Rasulullah sebagai Nabi dan juga Rasul. Para ulama juga telah bersepakat bahwa khatamun nabiyyin adalah rasulullah. Secara umum istilah khatamun nabiyyin adalah penutup para nabi  atau penghabisan para nabi. Pengertian ini sudah menjadi pendapat mayoritas kalangan ulama. Selain pengertian tersebut, ada pula yang mengartikannya sebagai nabi yang mulia, sebagai julukan dari Rasulullah.
Firman Allah QS. Al Ahzab ayat 40 :
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Artinya :  “Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.
Dari ayat tersebut dapat dikemukakan bahwa Nabi Muhammad merupakan nabi akhir zaman yang tidak ada nabi lagi setelah beliau. Risalah yang dibawa Nabi Muhammad mempunyai ciri-ciri yang khusus dibandingkan dengan para rasul sebelumnya. Ciri-ciri khusus itu adalah sebagai nabi penutup, penghapus risalah sebelumnya, membenarkan nabi sebelumnya, menyempurnakan risalah nabi sebelumnya, diperuntukkan untuk seluruh manusia, dan sebagai rahmat bagi semesta alam. Ciri-ciri ini dimiliki oleh Nabi Muhammad saw. dan tidak dimiliki oleh para rasul sebelumnya. Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa Rasulullah adalah Nabi terakhir dan tidak ada nabi lagi setelah beliau. Jika nabi tidak ada, apalagi rasul karena kerasulan itu lebih spesifik dari kenabian.
Baca Juga Artikel Tentang Hakikat Ibadah dan Pilar-Pilarnya

Saya Adalah Hamba Allah yang senantiasa berlindung kepada Allah menjahui segala laranganya dan menjalankan segala perintahnya.


EmoticonEmoticon