Saturday, February 11, 2017

Hadits tentang Korupsi (Ghulul)

Perbuatan korupsi sangatlah jelas dilarang oleh agama karena termasuk juga dalam perbuatan tidak jujur sekaligus juga mencuri hak milik orang lain. Hanya saja, jika korupsi terlebih dahulu koruptor itu diberi wewenang membelanjakan harta yang tadinya diamanahkan kepadanya. Kasus korupsi di Indonesia sendiri seperti tidak ada habisnya, para koruptor tidak pernah jera diberi hukuman dalam jeruji besi. Malah berganti tahun, korupsi menjadi semakin banyak peminat baik dari golongan paling bawah, menengah ataupun kalangan atas. Peluang melakukan korupsi ada di setiap tempat, pekerjaan ataupun tugas, terutama yang diistilahkan dengan tempat-tempat “basah”. Untuk itu, setiap muslim harus selalu berhati-hati, ketika mendapatkan tugas-tugas.
Memberantas korupsi bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi di bumi Indonesia tercinta ini, sebab peraktek korupsi sudah menjadi semacam wabah penyakit yang menggerogoti tubuh manusia dan terjadi pada semua sektor kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian maka untuk mencegah dan memberantasnyapun bukanlah merupakan pekerjaan mudah bagaikan membalik telapak tangan, akan tetapi diperlukan keseriusan, keterpaduan dan komitmen dari pemerintah dan aparat penegak hukum dan bila perlu bangsa Indonesia harus menyatakan perang terhadap korupsi, sebab tanpa ini maka mustahil korupsi dapat dibasmi dibumi nusantara.

Sabda Nabi SAW :

مَنْ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَلٍ فَكَتَمَنَا مِخْيَطًا فَمَا فَوْقَهُ كَانَ غُلُولًا يَأْتِي بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ, فَقَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ أَسْوَدُ مِنْ الْأَنْصَارِ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهِ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ اقْبَلْ عَنِّي عَمَلَكَ، قَالَ وَمَا لَكَ؟ قَالَ: سَمِعْتُكَ تَقُولُ كَذَا وَكَذَا، قَالَ وَأَنَا أَقُولُهُ الْآنَ، مَنْ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَلٍ فَلْيَجِئْ بِقَلِيلِهِ وَكَثِيرِهِ فَمَا أُوتِيَ مِنْهُ أَخَذَ وَمَا نُهِيَ عَنْهُ انْتَهَى  

Artinya : “Barangsiapa di antara kalian yang kami tugaskan untuk suatu pekerjaan (urusan), lalu dia menyembunyikan dari kami sebatang jarum atau lebih dari itu, maka itu adalah ghulul (belenggu, harta korupsi) yang akan dia bawa pada hari kiamat”. (‘Adiy) berkata : Maka ada seorang lelaki hitam dari Anshar berdiri menghadap Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, seolah-olah aku melihatnya, lalu dia berkata,"Wahai Rasulullah, copotlah jabatanku yang engkau tugaskan." Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya,"Ada apa gerangan?” Dia menjawab,"Aku mendengar engkau berkata demikian dan demikian (maksudnya perkataan di atas, Pen.)." Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam pun berkata,"Aku katakan sekarang, (bahwa) barangsiapa di antara kalian yang kami tugaskan untuk suatu pekerjaan (urusan), maka hendaklah dia membawa (seluruh hasilnya), sedikit maupun banyak. Kemudian, apa yang diberikan kepadanya, maka dia (boleh) mengambilnya. Sedangkan apa yang dilarang, maka tidak boleh.”
Adapun cara-cara yang dapat ditempuh untuk memberantas korupsi tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
    1.      Meningkatkan Penghayatan Ajaran Agama.
Meningkatkan pengetahuan, pengamalan dan penghayatan ajaran agama kepada para pemeluknya, sehingga ummat beragama dapat menangkap intisari daripada ajaran agama itu dan dampak positif dari ajaran agama itu dapat diresapi hingga melekat pada tindak tanduk serta perilaku masyarakat.
   2.      Meluruskan Pemahaman Keagamaan.
Yaitu meluruskan pemahaman keagamaan bahwa memberikan sesuatu infaq/shodaqah kepada siapapun akan mendapatkan pahala ketika harta yang diinfakkan/disedekahkan berasal dari yang halal.
    3.      Merubah Sistem.
Sebagaimana disebutkan di muka bahwa seseorang melakukan tindak pidana korupsi salah satunya adalah disebabkan adanya kesempatan dan peluang yang didukung oleh sistem yang sangat kondusif untuk berbuat korupsi.
    4.      Merubah dan meningkatkan mentalitas bangsa Indonesia
Untuk meningkatkan mentalitas ini dapat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan dan pengamalan agama.
    5.      Meningkatkan perekonomian dan atau gaji pegawai sesuai dengan kebutuhan hidup.
    6.      Menghilangkan kebiasaan dan kebersamaan dalam melakukan korupsi, sebab dalam kenyataannya Praktek korupsi sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi yang mempunyai peluang dan kesempatan melakukannya, ditambah lagi peraktek korupsi ini telah dilakukan oleh banyak orang, dan bahkan dilakukan secara berjamaah. Untuk itu maka kebiasaan ini harus dicegah dan dibasmi sampai ke akar-akarnya.
    7.      Meningkatkan Penegakan Hukum. Penegakan hukum kita memang sangat lemah padahal aturan-aturannya sudah sangat lengkap. Oleh karena itu maka penegakan hukum ini harus dilaksanakan tanpa pandang bulu dan tanpa pilih kasih dengan hukuman yang berat dan tegas.
    8.      Menumbuhkan rasa bersalah dan rasa malu. Karena para koruptor dan sebagian penduduk bangsa Indonesia telah hilang rasa bersalah dan apalagi rasa malunya. Oleh karena itu maka perlu dilakukan upaya-upaya untuk menumbuhkan rasa bersalah dan rasa malu yang dilakukan dengan pendekatan agama.
    9.      Menumbuhkan sifat Kejujuran dalam diri. Sebab kejujuran adalah aset yang sangat berharga bagi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT yang akan menjadi benteng bagi seseorang untuk menghindari perbuatan-perbuatan munkar. Oleh karena itulah sejak kecil dalam rumah tangga kejujuran sudah harus ditanamkan kepada anak-anak, begitu juga di sekolah-sekolah, pembinaan dan penerapan sifat kejujuran harus menjadi prioritas utama.
   10.  Menghilangkan Sikap Tamak dan Serakah sangatlah penting dalam pemberantasan korupsi sebab kedua sifat ini mengantar manusia kepada sikap tidak pernah merasa puas dan tidak pernah merasa cukup sekalipun harta yang telah dimilikinya sudah melimpah ruah. Hal ini antara lain dapat dilakukan dengan pendalaman, pengamalan dan penghayatan ajaran agama.
   11.  Menumbuhkan budaya kerja keras. Menumbuhkan budaya kerja keras haruslah dijadikan menjadi prioritas utama dalam pencegahan korupsi sebab sikap ini akan membentengi orang dari sifat ingin cepat kaya tanpa kerja keras. Dalam ajaran agama disebutkan bahwa bekerja merupakan suatu kewajiban.
   12.  Menghilangkan Sifat Materialistik, Kapitalistik dan Hedonistik. Ketiga sifat ini sangat rentan menjerumuskan seseorang untuk terjerumus dalam melakukan perilaku korupsi. Orang yang memiliki ketiga sifat ini tidak akan pernah merasa puasa dan cukup dalam hal harta, selalu kehausan dan kekurangan setiap saat. Oleh karena itulah maka ketiga sifat ini harus dikikis habis.
           Baca Juga Makalah Tentang:
                   Makalah Hadits Tentang Etika Terhadap Mayit 

Saya Adalah Hamba Allah yang senantiasa berlindung kepada Allah menjahui segala laranganya dan menjalankan segala perintahnya.


EmoticonEmoticon