Monday, February 20, 2017

Macam-Macam Hijab Dalam Kewarisan Islam

Sahabat Islamatika  Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang macam-macam hijab dalam kewarisan islam. apa sih sebenarnya yang di maksud hujab dalam kewarisan ini, apa saja macam dan jenis hijab dalam hukum kewarisan islam, secara singkat saya akan memberikan definisi hijab dalam kewarisan islam, hujab disini adalah tertutupnya atau terhalangnya seseorang ahli waris yang sebenarnya berhak menerima warisan akan tetapi terhalang atau tertutup oleh ahli waris yang lainnya di sebabkan karena ahli waris lainnya tersebut lebih berhak menerima waris dari unsur jarak kedekatan kekerabatan di dalam pembagian warisan dalam islam, itu lah sedikit penjelasan tentang definisi hijab.sekarang langsung saja apa sih macam-macam hijab tersebut. menurut definisi hijab yang telah di sebutkan tadi  dapat di jelaskan bahwa terdapat dua macam hijab yaitu hijab penuh dan hijab kurang.

Hijab Penuh atau juga di sebut hijab hirman, yaitu tertutupnya hak kewarisan seseorang ahli waris secara menyeluruh dengan arti ia tidak mendapatkan apa-apa di sebabkan adanya ahli waris yang lebih dekat kepada pewaris daripada dirinya. Ahli waris yang dapat terhijab secara penuh itu ialah seluruh ahli waris kecuali anak, ayah, ibu, suami atau isteri. Kelima ahli waris ini tidak akan pernah terhijab secara hijab penuh. Anak laki-laki dan ayah dapat menutup ahli waris lain secara hijab penuh sedangkan suami isteri tidak pernah menghijan siapapun di antara ahli waris.

Tentang anak perempuan dan ibu menurut pendapat jumhur (mayoritas)  ahli sunah tidak dapat menutup ahli waris lain secara hujab penuh. Ulama golongan syi'ah tidak membedakan antara golongan laki-laki dan perempuan dalam hal menghijab  dalam arti keduanya juga dapat menghijab  ahli waris lain secara hijab penuh sebagaimana yang berlaku terhadap anak laki-laki dan ayah. Dalam hal hijab-menghijab terdapat perbedaan yang mendasar antara ahli sunnah dan dengan ulama syi'ah. Menurut ulama ahli sunnah hanya anak laki-laki saja yang dapat menghijab secara penuh, kecualai dalam hal tertentu seperti anak perempuan dapat menghijab saudara seibu. Sedangkan di kalangan ulama syi'ah hijab penuh juga dapat berlaku oleh ahli waris perempuan sebagaimana yang berlaku bagi ahli waris laki-laki.

Baca Juga Artikel Lainnya Tentang:
                              Keutamaan dan Hijab Dalam Kewarisan Islam
Hijab Kurang atau hijab nuqshan, yaitu berkurangnya bagian yang semestinya di terima oleh seorang ahli waris karena adanya ahli waris lain.Berkurangnya hak yang di terima oleh seorang ahli waris tersebut guna memberikan kesempatan kepada ahli waris lain guna sama-sama bisa mendapatkan warisan. Berkurangnya apa yang di terima oleh ahli waris dapat berarti menerima kemungkinan yang paling sedikit dari dua kemungkinan yang ada. Umpamanya hak kewarisan ibu adalah sepertiga, kalau pewaris tidak ada yang meninggalkan anak dan seperenam jika pewaris ada yang meninggalkan anak. Dalam bentuk ini keberadaan anak menjadi hak ibu mengecil dari sepertiga menjadi seperenam.

Hal ini terjadi bila yang terkena hijab kurang ini terkelompok pada ahli waris yang mendapatkan bagian tertentu dan pasti. Berkurangnya itu dapat pula di sebabkan beralihnya kedudukan seorang ahli waris dari mendapatkan bagian terbuka (ashobah) menjadi ahli waris pasti (furudh) seperti halnya kedudukan ayah dalam kewarisan. Kalau Ayah tidak bersama-sama dengan anak laki-laki dalam kelompok ahli waris kedudukan ayah adalah sebagau ahli waris terbuka (ashobah), yang mengambil sisa harta, mungkin banyak dan mungkin pula sedikit tetapi bila ayah bersama dengan anak laki-laki maka ayah hanya mendapatkan seperenam secara pasti (furudh).

Saya Adalah Hamba Allah yang senantiasa berlindung kepada Allah menjahui segala laranganya dan menjalankan segala perintahnya.


EmoticonEmoticon