Saturday, February 11, 2017

Makalah Tentang Sejarah Studi Islam

Sahabat Islamatika pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sebuah makalh yaitu tentang sejarah studi islam yang ada di dunia ini, pada makalah kali ini tidak akan menampilkan atau meberikan bahasan yang ada pada bab 1 di karenakan para pembaca bisa mencari sendiri keterkaitanya dan bila membutuhkan juga tinggal membuat untuk menautkan isi bacaan pada makalah ini, pada pembahan makalah ini yaitu ada banyak sejarah perkembangan islam tentang studi-studi islam yang ada di dunia, semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan kita selalu di lancarkan dan selalu di lindungi oleh Allah.Aamiin. mungkin itu saja pembukaan dari saya banyak salah saya mohon maaf, terimakasih,

BAB II
PEMBAHASAN
2.1          Sejarah Singkat Ilmu Pengetahuan
Menurut George Stanton prestasi manusia dalam Ilmu Pengetahuan di bagi menjadi tiga fase yaitu (1) fase 450-700 SM yaitu zaman Platon yang diikuti Aristoteles,Euclides,Archimedes (2) tahun 600-700 M yang disebut sebagai zaman China dengan tokoh Hsin dan I Ching (3) 750-1258 M zaman kejayaan Muslima
2.2 Pernkembangan Studi Islam
2.2.3 Kota-Kota Penting Penyumbang Kejayaan Muslim
            Secara histrois, peradapan Islam adalah pewaris yang kemudian melakukan sintesis dan penyempurnaan atas pengetahuan dari perdapan-peradapan kuno tersebut.[2]Kota-kota yang merupakan pusat intelektual berperan sebagai jembatan dalam proses penyerapan ilmu pengetahuan dalam Islam.Berikut nama-nama kota yang  berperan penting
            Athena, sebagai sebuah kota yang berada di bawah kekuasaan kerajaan Romawi Timur. Di kota inilah Plato hidup dan mendirikan sebuah Akademi Filsafat yang belakangan berkembang menjadi Museum Athena tempat sejumlah Ilmuan dari berbagai bangsa. Pada tahun 529m. Kaisar Romawi(Timur) Justiniah I, menutup Museum Athena dan Sekolah-sekolah lain dengan alasan ekonomi. Penutupan athena mengakibatkan banyak filosof dan ilmuan pindah ke kota-kota lain de pantai sebelah Timur Laut Tengah(meditteranean). Eksodus ilmuan ini membawa mereka lebih dekat ke Semenanjung Arabia tempat Islam lahir dan berkembang.
            Aleksandria, adalah kota Kuno dibangun sekitar abad ke 3 SM, kota ini telah menjadi pusat berkembang filsafat dan ilmu pengetahuan Yunani bersama-sama dengan pengetahuan yang berasal dari timur(india&china) maupun mesir sendiri. Sejak awal abad ke 5 M, kegiatan intelektual di kota ini terus mengalami kemunduran, sehingga pada saat penaklukan Islam pada tahun 643M oleh jendral Amr bin Al-ash yang tersisa hanyalah bagian kecil dari lembaga yang dulunya megah dilengkapi dengan ruang-ruang belajar, perpustakaan dan observatorium raksasa.
            Edessa, Haran, dan Nisibis, Menurut Nakosteen pada paruh pertama abad ke 6M, Nisbibis mempunyai akademi pendidikan tinggi terbaik di dunia. Disinilah berlangsung proses penerkemah besar-besaran dari bahasa Yunani dan Sansekerta ke dalam bahasa Pahlava dan bahasa Syrua. Karya-karya yang diterjemahkan Mencakupmatematika, kedokteran, astronomi dan filsafat. Proses ini melibatkan ilmuwan-ilmuwan Syria
          Jundy Syapur, posisinya semakin penting  pada masa kekuasaan Sasaniyah pada saat itu bangsa persia telah berusaha mengembangkan ilmu pengetahuan dari Babilonia dan India terutama matematika dan musik. Banyak ilmuan kristen thena yang pindah ke Jundi Syapur dimana kebebasan Ilmiah dijamin, bahkan didorong oleh para raja sasaniyah. Disini tradisi pengobatan dari berbagai budaya Yunani, India, Babilonia dan Persia digabungkan dan dikembangkan secara Ilmiah sehingga melahirkan berbagai kemajuan penting.  Khalifah-khalifah awal Dinastu Abasiyyah memanfaatkan dokter-dokter dari Jundi Syapur sebgai dokter istana.
          India dan Timur Jauh, di india membuat kemajuan di bidang matematika dan cina terkenal dengan ilmu kedokterean, astronomi,geografi,historiografi dan matematika


2.2.4 Perkembangan Studi Islam di kota muslim
    Akhir peridode madinah 4H sudah mulai dikenalkan logika,matematika,ilmu alam,kedokteran,kimia,musik,sejarah dan geografi abad ke 5 khalifah abbasiyah matakuliah mulai bergeser ke matakuliah yang bersifat intelektual,ilmu alam dan ilmu sosial
           Meskipun  perlu dicatat bahwa hasil kejayaan muslim di bidang sains dan teknologi bukanlah capaian kelembagaan, melainkan bersifat individu ilmuan muslim yang didorong semangat penyelidikan ilmiah.sampai sekarang dikenal ahli-ahli filsafat islam yang mempunyai nama yang masyur debagai filosof dan bapaknya filsafat di dunia seperti : Abu ishak al-kindi, Al-farabi, Ibnu Sina, Al-Gazali, Ibnu Rusyd dan selain dari mereka
            Ada empat perguruan tinggi tertua di dunia muslim yakni: (1) Nizhmaiyah di Baghdad, (2) al-Azhar di Kairo Mesir, (3) Cordova, dan (4) Kairwan Nizam al-muluk di Maroko dan sejarah singkatnya sebagai berikut
          Nisyapur, di sini terdapat 4 unsur pokok lembaga (1) yakni seorang mudarris (guru besar) yang bertanggung jawab terhadap pengajaran di lembaga pendidikan. (2) muqri (ahli al-quran) (3) Muhaddis (ahli hadist) dan seorang pustakawan ( bait al-maktub)
       Baghdad,Nizhamiyah(1063) perguruan tinggi ini dilengkapi dengan perpustakaan yang terpandang kaya raya di Baghdad,yakni Bait-al-hikmat,yang dibangun oleh khalifah Al-makmun. Abu hamid al-Gahazali pun pernah mengajar disana, namun penyerbuan bangsa monggol dari asia tengah pada tahun 1258 M mereka merebut dan menguasai ibukota Baghdad, dan berakhirlah sejarah Daulat Abbasiah
            Al-Azhar, Mesir berhasil direbut oleh Panglima Besar Jauhar Al-Siqili dari Daulat Abbasiah. Panglima ini pula yang pada tahun 972 membangun Perguruan tinggi Al-Azhar dengan kurikulum Berdasarkan Ajaran sekte Syiah
            Cordova, sejarah singkat berkat Daulat Umayyah, semenanjung Iberia yang tandus dan minus  dirubah menjadi daerah yang makmur dan kaya raya dengan pembangunan bendungan –bendungan irigasi. Sejarah mencatat sebagai contoh, bahwa Aelhoud dari bath (Inggris) belajar ke Cordova pada tahun 1120 M dan pelajaran yang dituntutnya ialah geometri, algebra dan matematika

2.3 SEJARAHA KAJIAN STUDI ISLAM DI DUNIA BARAT
            Pada pembahasan ini sejarah kajian studi islam di dunia barat(eropa/non muslim) akan dibagi menjadi dua fase agar lebih mudah di pahami. Fase pertama berawal dari masa kejayaan islam dan fase kedua masa renaissance (bangkitnya zaman kebangunan).
2.3.1Fase Kejayaan Muslim
Kita ketahui bersama bahwa sebelum dunia barat jaya, islamlah yang pertama kali mencapai puncak kejayaan. Teruma pada masa dinasti abbasiah dimana saat itu Harun Ar-rasyid(786-809 M) menjabat sebagai khalifahnya. daerah kekusannya begitu luas membentang dari afrika sampai india. Pada masanya pula islam mencapai puncak keemasan( the goldenages of  islam). Mengemgam dunia dengan ilmu pengatahuan dan peradaban yang di tandai dengan berdirinya Baitul Hikmah sebagai lembaga penerjemah, perpustakaan sekaligus sekolah tinggi. Perhatian kholifah dinasti Ab-basyiah yang kelima ini begitu besar terhadap ilmu pengatahuan, baik ilmu gama atau ilmu yang bersifat umum. Di zaman ini sampai beberapa tahun setelahnya banyak didirikan madrasah-madrasah sehingga menarik perhatian orang-orang eropa yang saat itu belum maju. Mereka banyak berdatangan untuk belajar berbagai disiplin ilmu yang diajarka di sekolah-sekolah tinggi islam.
Kedatangan orang-orang Eropa untuk belajar ke perguruan tinggi islam menjadi kontak pertama hubungan antara orang-orang barat(non muslim) dengan orang-orang muslim. Bentuk lain dari kontak dunia muslim dengan dunia barat pade fase pertama adalah penyalinan manuskrip-manuskrip ke dalam bahasa latin sejak abad ke-13 M hingga bangkitnya zaman kebangunan(Renaissance) di eropa pada abad ke-14. Berkat penyalian manuskrip-manuskrip tersebut , terbukalah jalan bagi perkembangan cabang-cabang ilmiah itu di barat. Akan tetapi penyalinan ini juga menyebabkan pro dan kontra pada masa permulaan.
Pada pertengan abad ke-12 masehi, barulah ilmuan-ilmuan barat membangun society of translator yang di ketuai oleh arcbdeacon dominicusgunda salfi, dan untuk pertama kalinya muncul versi-versi dalam bahasa latin mengenai himpunan komentar Avicienna(Ibnu Sina) dan agazales (al-gazali). Yang di pekerjakn sebagai penerjamah di masa itu adalah tokoh-tokoh yahudi yang di paksa memeluk agam kristen setelah ibu kota Toledo  direbut dari kekuasan islam, dan salah seorang terkenal bernama Joannes Avendeath. Dengan demiakia mulailah berangsur-angsur penyalinan naskah arab ka dalam bahasa latin. Akan tetapi penyalinan yang dilakukan secara intensif baru dilakukan setelan berada di bawah naungan kaisar Frederick II.  Kemudian kaisar ini di jatuhi hukuman kucil oleh gereja karena aktifitasnya dipandang membahaykan gereja tersebut. Namun kasar itu rupanya tak ambil pusing dengan hukum kucil tersebut , malahan pada akhirnya ia terkenanl sebagai tokoh pengerak zaman renaissanceatau yang lebih kita kenal sebagi zaman kebangunan. Ia banyak mengumpulkan tokoh-tokoh Muslim dan Yahudi demi kepentingan penyalinan naskah arab sampai akhirnya banyak dari kalangan non muslim mempelajari bahasa arab dan mendalaminya. Hal ini semakin mendukung  semakin cepatnya proses penyalinan nasakah –naskah arab kedalam bahas latin
Tetapi, setelah ilmu-ilmu yang dahulunya di kembangkan oleh ilmuan-ilmuan muslim masuk ke Eropa dan di kembangkan lagi oleh sarjana-sarjana barat, bayak dari ilmu-ilmu tersebut yang melenceng dari ajaran islam. Sdehingga ada beberapa ilmuan yang melakukan pembersihan guna menghindari terjadinya sesuatu yang buruk jika ilmu tersebut di baca orang-orang muslim awam.
2.3.2Fase Kejayaan Barat
Pada abad ke-16 M adalah masa kejayaan terbesar bagi dunia barat. Di masa ini hampir seluruh dunia mereka kuasai. Orang- orang yang pada mulanya hanya berlomba-lomba berniat mengusai dan menamankan komoditas  dan monopoli lama-kelamaan berambisi menjadi kolonialis melalui rekayasa kekuasan.
Di era ini seolah terjadi pertukaran posisi antara orang islam dan orang-orang Eropa. Jika dahulunya orang-orang baratlah yang datang kenegara muslim untuk menimba ilmu atau lainnya maka pada zaman kebangunan ini justru sebaliknya. Banyak dari orang islam mendatangi Eropa. Ada dua sebab yang melatar belakangi orang-orang islam ini bertandang ke eropa, yaitu alsan politik dan alsan ekonomi.
  Penyebab utama kemunduran dunia muslim, khususnya dibidang ilmu pengetahuan adalah terpecahnya kekuatan politik yang digoyang oleh tentara turki. Ditambah lagi, ditengah kondisi Negara yang carut-marut datang  pasukan Kristen dengan mengibarkan bendara perng salib yang memiliki dendam kesumat kepada islam karena telah merebut Bait Al-Maqdis- tanah suci orang Kristen-dari dinasti Fatimiyah yang berkedudukan di mesir dan menetapkan aturan-aturan yang mempersulit mereka untuk berziarah kedaerah tersebut.Mau tak mau orang islam yang   sebenarnya tidak  siap berperang  terpaksa melawan sehingga  dengan mudah mereka dibuat kocar-kacir oleh musuh. Akibat perang ini banyak pusat-pusat studi yang hancur. Dari sinilah islam mengalami kemunduran terus hingga sekarang sedangkan  Eropa mengalami kemajuan pesat dan  jauh meninggalkan peradaban islam.
Adapun perkembangan  studi islam dibarat di mulai sejak adanya perguruan-perguruan tinggi islam di dunia barat seperti American Islamic di Chicago, American university dimassachusetts dan lain-lain. Perguruan-perguruan tinggi inilah yang melahirkan sarjana-sarjana muslim yang di  kemudian hari mampu meluruskan pandangan-pandangan sarjana barat yang sering kali berpandangan miring terhadap islam dan muslim.

2.4 SEJARAH STUDI KAJIAN ISLAM DI INDONESIA
                        Perkembangan studi islam di Indonesia berawal dari tradisi belajar kepada ulama-ulama. Umumnya ulama-ulama ini berasal dari Saudi Arabia yang sekaligus  menjadi pembawa agama islam ke Indonesia. Para murid datang menemui gurunya untuk menanyakan hal-hal tentang ketauhitan. Kemudian  bentuk ini menjadi system langgar. Dari sistem langgar berubah pada system pesanteren , pesanteren ke-pendidikan  di krajaan-kerajaan islam sampai akhirnya menjadi system kelas. Sistem belajar mengajar yang terakhir ini di perkenalkan oleh belanda.
         Yang dimaksud  dengan system langgar adalah pendidikan yang dijalankan di langgar, surau, mesjid atau rumah guru.  Kurikulumnya bersifat elementer, atau sekedar mempelajari huruf Arab. Metode pembelajaranya dengan cara duduk bersila di lantai membentuk lingkaran(halaqah) atau berhadap-hadapan(sorongan). Mulanya system langgar ini hanya bertujuan untuk memperkenalkan huruf-huruf arab. Lambat-laun materi yang di jarkan dlam system ini bertambah, beberapa materi tambahannya adalah lagu-lagun qasidah, barsanji, tajuwid dan mengaji kitab farukunan.
        Tak jauh beda dengan  system langgar , system pesantren  juga menerapkan metode sorongan dan halaqah. Hanya saja system halaqah disini biasanya dilakukan dengan cara  si santri yang membaca kitab, sementara sang kiyai mendengar, sekaligus mengoreksi kalau ada kesalahan. Para santri biasnya juga bertempat tinggal di sebuah pondok yang di sediakan oleh kiyainya.
         sistem pendidikan di kerajan-kerajaan islam berawal dari kerajan samudra pasai yang terletak diaceh. Kerajaan kedua adalah kerajaan parlak di selat malaka. Di kerajaan ini ada lembaga pendidikan berupa majlis ta’lim tinggi.anggota- anggotanya adalah  murid-murid khusus yang sudah alim dan ilmu agamanya mendalam. Kitab yang sering di kaji pun adalah kitab berkulitas tinggi. Semakin hari semakin banyak  kerajaan yang meniru sistem seperti ini. Adapun kerajaan-kerajaan tersebut adalah: kerajaan aceh Darussalam, kerjan      Demak  dan  kerajaan islam di Banjar Masin.
         Pada abad ke-19 , belanda memperkenalkan sistem pembelajaran baru dengan sistem kelas yang sekarang kita kenal sebagai sekolah. Sekolah Eropa khusus untuk ningrat belanda. Sekola   Vernahuler khusus bagi warga Negara Belanda sedangkan warga Negara Indonesia bersekolah  di sekolah pribumi yang memilik sistem yang sama seperti sistem sekolah belanda.
        Di abad ke-20 muncul madrasah-madrasah yang didirikan oleh organisasi-organisasi islam dan menggunakan sistem kelas juga.  Diantara organisasi-organisasi   tersebut tiga diantaranya adalah Nahdatul Ulama, Muhammadiyah dan Jama’at Al Khair.
        Kemudian pada level perguruan tinggi dapat digambarkan, bahwa berdirinya perguruan tinggi islam tidak dapat dilepaskan dari adanya keinginan umat islam Indonesia untuk memiliki lembaga pendidikan tinggi islam sejak zaman colonial. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, pada bulan april 1945 diadakan pertemuan antara berbagai tokoh organisasi islam, ulama’ dan cendekiawan. Dalam pertemuan itu dibentuk panitia perencana sekolah tinggi islam yang diketuai oleh Drs. Moh. Hatta dengan anggota-anggota antara lain: K.H. Mas Mansur, K.H.A. Muzakkir, K.H. R.F. Kafrawi dan lain-lain. Setelah persiapan cukup pada tanggal 8 juli 1945 atau tanggal 27 rajab 1364 H, bertepatan dengan hari isra’ dan mi’raj  diadakan upacara pembukaan resmi Sekolah Tinggi Islam ( STI ) di Jakarta.
           Lambat laun STI  seiring berjalannya waktu STI ini berganti menjadi Unersitas Islam Indonesia (UII) kemudian berubah lagi menjadi Perguruan Tinggi Agama Islam Negri (PTAIN) . dari PTAIN  menjadi Institut Agama Islam Negri (IAIN) . ada sekitar 14 IAIN  yang ada pada masa itu.  Diantaranya adalah:
1.      IAIN Ar-Raniri Banda Aceh
2.      IAIN syarif  hidyatullah Jakarta,
3.      IAIN Raden Fatah Palembang,
4.      IAIN Antasari Kalimantan Selatan,
5.      IAIN Sunan Ampel Surabaya,
6.      IAIN Aluddin Ujung Padang,
7.      IAIN Imam Bonjol Padang,
8.      IAIN Sultan Taha Saefuddin Jambi,
9.      IAIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta.
Pada tahun 2002 terjadi perubahan di tubuh perguruan tinggi islam, beberapa IAIN yang tadi berubah menjadi Unversitas Islam Indonesia (UIN). Lima diantaranya adalah:
1.      UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta,
2.      UIN Syarif Hidayatullah Yogyakarta,
3.      UIN Sunan Gunung Jati Bandung,
4.      UIN Alauddin Makasar,
5.      UIN Sunan Ampel Surabaya.


BAB III
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
            Sejarah ilmu pengetahuan manusia yang tercatat sejarah adalah berasal dari peradaban Yunani kuno. Kemudian berpindah tanggan ke kaum Muslim di karnakan eksodus para Ilmuan romawi di karnakan berbagai hal mulai dari politik dan keuangan, sehingga para cendikiawan berkumpul dan mendekat ke daerah mediterania yang membuat mereka lebih dekat dengan peradaban Islam, yang kemudian membuat kaum Muslim dapat mentransfer dan menyerap Ilmu-ilmu mereka dengan cepat
            Kembalinya Barat memimpin Ilmu pengetahuan (Renaissace) dikarnakan berbagai faktor di antaranya adalah (1) pengorbanan Raja Frederic H(1198-1212) yang mempunyai ide untuk mengirim cendikiawan untuk menyalin kitab-kitab Ilmu pengetahuan dari Kaum Muslim walau dia harus mengorbankan diri untuk mendapat sanksi pengucilam dari paus, (2)Kekalahan kerajaan Islam di Andalusia di karnakan kerajaan Islam yang terpecah belah di karnakan masalah politik sehingga pusat-pusat perkembangan ilmu pengetahuan di rebut oleh kaum nasrani dan (3) Serangan bangsa mongol yang berhasil merebut Baghdad
            Cepatnya kemajuan suatu Ilmu pengetahuan pada abad pertengahan di karnakan penggabungan-penggabuangan tradisi ilmu pengetahuan dari berbagai bangsa Barat(Yunani&Romawi),Timur(Mesir,Persia,India&china) sehingga tercipta penyempurnaan Ilmu pengetahuan.Pada zaman itu juga banyak Para raja-raja yang sadar akan pentingnya suatu ilmu pengetahuan sehingga membuat fasilitas guna menunjang perkembangan ilmu tersebut dan tidak luput dari para cendikiawan-cendikiawan sejati
            Perkembangan studi Islam di Nusantara berawal dari Aceh melalui perdangangan yang lama-kelamaan menjalin hubungan baik sehingga dapat mengetahui sistem pendidikan dan menerapkan di kerajaan tetapi masih menggunakan sistem Islam. Baru setelah Belanda datang sistem pendidikan perlahan berubah mengikuti sistem pendidikan barat .
           
4.2 Saran
Bila ingin memajukan Ilmu pengetahuan suatu bangsa diperlukan sinergi yang baik antara penguasa dan para cendikiawan.  Para penguasa harus memahami betapa pentingnya ilmu pengetahuan karna dengan itu dapat menjadikan suatu bangsa kuat dalam segala bidang dan di harapkan mereka memberi fasilitas yang layak pada para cendikiawan, dan para cendikiwan harus memiliki rasa nasionalisme yang kuat sehingga setelah menuntut ilmu yang tinggi kembali ke indonesia untuk membangun bangsa.
 Baca Juga Artikel Tentang:
Etos Kerja Dalam Islam 

Saya Adalah Hamba Allah yang senantiasa berlindung kepada Allah menjahui segala laranganya dan menjalankan segala perintahnya.


EmoticonEmoticon