Sunday, February 19, 2017

Makna dan Konsekuensi Laa ilaha Illallah

Sahabat Islamatika, Syahadat Laa ilaha illallah maknanya adalah seorang hamba mengikuti dengan lisan dan hatinya bahwa tidak ada ma'bud (sesembahan) yang benar kecuali Allah azza wa jalla. Di dalam kalimat ini terkandung penafian dan penetapan. Penafian atau penolakan terdapat pada ungkapan Laa ilaha, sedangkan penetapan terdapat pada ungkapan illallah. Sehingga makna kalimat ini adalah pengakuan dengan lisan setelah keimanan di dalam hati bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan konsekuensinya dalah memurnikan ibadah hanya kepada Allah semata dan menolak segala bentuk ibadah kepada selainNya (lihat fatwa arkan al-islam hal.47 oleh syaikh Ibnu 'Utsmani rahimahullah). itulah gambaran sedeharnya bahwa Syahadat dengan mempunyai makna yang sangat mendalam dan kental untuk di ucapkan dan di amalkan.
Allah ta'ala berfirman (yang artinya) " yang demikian itu karena Allah adalah sesembahan yang benar, adapun yang mereka seru selain Allah adalah batil. dan sesungguhnya Allah maha tinggi lagi maha besar." QS.Al-Hajj : 62
imam ibnu katsir rahimahullah menjelasakan adapun segala yang mereka seru selain Allah adalah batil yaitu patung, tandingan, berhala, dan segala sesuatu yang di sembah selain Allah maka itu adalah sesembahan yang batil karena ia tidak menguasai kemanfaatan maupun madharat barang sedikitpun. (lihat tafsir al-Qur'an al-azhim (5/449 )

Allah ta'ala berfirman yang artinya di antara tanda kebesaran Allah adalah malam dan siang matahari dan bulan maka janganlah kalian sujud kepada matahari ataupun sujud kepada bulan. Akan tetapi sujudlah kepada Allah yang telah menciptakan itu semua, jika kalian benar-benar beribadah hanya kepada Allah (QS.Fusilhat:37)


Imam ibnu katsir rahimahullah menjelaskan maksud dari ayat "janganlah kalian sujud kepada matahari ataupun bulan, akan tetapi sujudlah hanya kepada Allah yang menciptakan itu semua" beliau berkata " janganlah mempersekutukan hal itu dengan-Nya karena tidak akan berguna ibadah kalian kepadaNya jika kalian juga beribadah selainya kepadaNya, sebab Allah tidak akan mengampuni dosa Syirik kepada-Nya" (lihat tafsir al-qur'an al-azhim)

Dari muadz bin jabal radiyallahuanhu, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda sesungguhnya hak Allah atas hamba adalah  mereka harus menyambahNya dan tidak mempersekutukanNya dengan suatu apapun. Adapun hak hamba yang pasti di berikan Allah azza wa jalla adalah dia tidak akan menyiksa kekal di neraka, oenting tidak mempersekutukanNya dengan suatu apapun (HR. Bukhari dan Muslim).
Kalimat Laa Ilaha Illallah mengandung konsekuensi tidak mengangkat ilah atau sesembahan selain Allah. Sementara Illah adalah dzat yang di taati dan tidak di durhakai yang di landasi dengan perasaan takut dan pengagungan kepadaNya. Dzat yang menjadi tumpuan rasa takut dan cinta tawakal permohonan dan doa dan ini semua tidak pantas di persembahkan kecuali kepada Allah aza wa jalla. Barangsiapa yang mempersekutukan makhluk dengan Allah dalam masalah-masalah ini yang ia merupakan kekhususan ilahiyah maka hal itu merusak keiklasan dan kemurnian tauhidnya. Dan di dalam dirinya terdapat bentuk penghambaan kepada makhluk sesuai dengan kadar ketergantungan hati kepada selainNya. dan ini semua termasuk cabang kemusyrikan.

Orang yang Mengucapkan Laa ilaha Illallah harus melaksanakan konsekuensinya yaitu beribadah kepada Allah tidak berbuat syirik dan melaksanakan kewajiban-kewajiban islam. suatu ketika Rasulullah shalallhu alaihi wa sallam di tanya mengenai amalan yang bisa memasukan ke dalam surga. Mka beliau menjawab kamu beribadah kepada Allah dan tidak MempersekutukanNya dengan suatu apapun, akamu mendirikan Sholat wajib, zakat yang telah di fardukan  dan berpuasa  ramadhan (HR, Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radiyallahuanhu.).Berbagi itu indah,baca juga artikel tentang Makalah Tentang Sejarah Studi Islam

Saya Adalah Hamba Allah yang senantiasa berlindung kepada Allah menjahui segala laranganya dan menjalankan segala perintahnya.


EmoticonEmoticon